Efektivitas Absensi Online ASN Sumenep Masih Dipertanyakan

oleh
Suasana ruangan di Bagian Umum Setda Kabupaten Sumenep saat jam kedua, Jumat (19/10/2018). (Foto: Heri/sorotpublik)

Penulis: Ismi/Heri/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Kenyataan tak selalu sesuai harapan. Demikian kiranya gambaran tentang kondisi Absensi Online hari ini di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, Absensi Online tersebut sudah ada dan berlaku bagi semua Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, keberadaanya sebagai alat untuk meningkatkan kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN), rupanya tak berjalan efektif.

Padahal, adanya absensi online bertujuan agar PNS lebih rajin masuk kantor. Terutama agar terdorong masuk dan keluar kantor tepat waktu.

Untuk itu, perangkat absensi online sudah ada di semua kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dengan alat tersebut, setiap pegawai diwajibkan absen saat masuk dan pulang kantor sesuai jam yang telah ditetapkan.

Sayang, fakta di lapangan tak berkata demikian. Hasil pantauan sorotpublik.com di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep misalnya, malah menunjukkan banyak pegawai yang masuk dan keluar kantor tak sesuai jadwal.

Hal ini misalnya terjadi pada Jumat (19/10/2018) kemarin. Sejumlah kru sorotpublik.com yang stand by di beberapa ruangan Bagian Setkab Sumenep menemukan banyak pegawai belum ada di ruang kerjanya saat jam masuk sudah tiba.

Sementara, berdasarkan keterangan sejumlah ASN, jam masuk dan keluar kantor di hari aktif dari Senin-Jumat terbagi dua jam. Untuk Senin-Kamis, jam pertama berlangsung dari pukul 07.00-12.00 WIB, sedangkan jam kedua dari pukul 13.00-15.30 WIB.

“Untuk hari Jumat jam pertama 07:00-11:30 WIB, jam kedua 13:00-15:00,” kata salah satu ASN, Jumat siang (19/10/2018).

Namun, aturan tentang jam kerja itu bagi sebagian ASN bisa jadi hanya sekadar menjadi pengetahuan belaka. Sebab sejumlah informasi yang dihimpun dari beberapa ASN mengatakan, adanya absensi online tidak menjamin efektivitas kinerja seorang pegawai. Terutama dalam hal masuk dan keluar kantor yang tidak tepat waktu.

“Bukannya saya mengatakan program absensi online ini gagal, tetapi hanya butuh penyempurnaan,” ungkap salah satu PNS yang enggan disebut namanya itu.

Kebanyakan dari ASN yang dimintai keterangan, mereka justru berharap agar tunjangan kinerja 2019 segera terwujud. Yang demikian supaya PNS lebih giat berkarya dan profesional dalam bekerja.

“Kami berharap tunjangan kinerja 2019 agar segera terwujud biar PNS lebih profesional dan untuk bidang yang berkaitan dengan kepegawaian agar terus melakukan pengevaluasian,” kata Ramli salah satu PNS di Bagian Umum Pemkab Sumenep.

Dari pernyataan itu, efektivitas absensi online seolah-olah bergantung pada tunjangan. Kedisiplinan yang diharapkan Pemkab Sumenep berjalan sukses seakan bisa benar-benar terwujud jika berbanding lurus dengan pemenuhan gaji atau tunjangan.