Datangi Tambang Emas Gunung Botak, Ini yang Dilakukan Gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Masyarakat Adat Buru

oleh
Datangi Tambang Emas Gunung Botak, Ini yang Dilakukan Gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Masyarakat Adat Buru
Gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan masyarakat adat Buru saat melakukan pemusnahan bekas-bekas tambang ilegal di Gunung Botak. (Foto: Adam S/SorotPublik)
loading...

Penulis: Adam S/Kiki

BURU, SOROTPUBLIK.COM – Rombongan TNI, Polri, Satpol PP dan masyarakat adat Kabupaten Buru mendatangi Tambang Emas Gunung Botak yang berlokasi di Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Selasa (16/07/2019).

Kunjungan tersebut dilakukan gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan masyarakat adat dalam rangka Bakti Sosial untuk memusnahkan bekas-bekas tambang ilegal di Gunung Botak.

Loading...

Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnama Kertapati mengatakan, masyarakat di wilayah seputaran Gunung Botak dan rombongan yang dipimpinnya itu sangat semangat memanjat gunung dari bawah sampai ke lokasi.

Hal itu, kata dia, menunjukan bahwa semua yang terlibat dalam rombongan bakti sosial tersebut sudah sudah melaksanakan tugas guna memusnahkan bekas-bekas tambang ilegal di Gunung Botak.

“Kami berterima kasih khususnya kepada rekan-rekan dariasyarakat adat, bahwa rekan-juga sudah berkomitmen untuk sama-sama menjaga kelestarian daripada areal Gunung Botak ini untuk bersih dari adanya praktik-praktik penambangan emas tanpa ijin,” ungkap Kapolres Ricky, Selasa (16/07/2019).

Ia menyatakan, semua pihak masih harus menunggu regulasi dari pemerintah terkait keberlanjutan tambang Gunung Botak. Bahkan, pihaknya juga mengajak masyarakat mempercayakan semuanya kepada pemerintah, karena pasti tidak akan merugikan masyarakat.

“Dan kenapa saat ini semuanya harus bersinergi untuk pembersihan dan penertiban Gunung Botak? Salah satunya adalah untuk menunjukkan keseriusan kita dalam menindaklanjuti apa yang jadi kebijakan dari pemerintah pusat,” imbuh AKBP Ricky.

Dengan melihat adanya sinergritas masyarakat itu, diharapkan kelak regulasi yang dijanjikan oleh pemerintah dapat segera diwujudkan. Sebab, pemerintah tidak kan ragu-ragu lagi untuk mengeluarkan regulasi.

“Ke depan mau dikelola oleh sistem pertambangan rakyat ataupun dikelola dengan BUMN, pada dasarnya kita semua akan menerima. Yang pasti semua itu untuk kesejahteraan masyarakat sendiri, sehingga kami berharap masyarakat menunjukkan komitmennya bahwa masyarakat siap untuk membersihkan praktik-praktik liar yang terjadi selama ini,” tandas Kapolres Ricky.

Harapan Kapolres terhadap masyarakat adat Buru itu sepertinya bersambut. Masyarakat sangat mendukung pembersihan Gunung Botak dari tambang ilegal oleh gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP Buru.

Terbukti, Ketua HMI Buru, Akhmal A Mahtelu, Tokoh Adat Buru, Alvin Armando Wael, dan Kasat Intel AKBP Roby Hehanussa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, sangat mengapresiasi kinerja gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP.