Dampak Limbah Busuk Air Ikan, Anak Yatim Menjadi Lumpuh

0
338

Penulis : Nanang

PAMEKASAN, SOROTPUBLIK.COMKurang lebih 5 bulan sudah, Lusiana Lutfianti (16 thn), Seorang anak yatim warga Kampung Mayang, Desa Brenta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hanya bisa tergolek lemas di atas kasur karena lumpuh akibat menderita penyakit TBC Tulang.

Lusi, nama akrab sapaannya, merupakan Putri tunggal pasangan suami istri Abdul Sayyi dan Nur Lilik. Ia menjadi yatim karena semenjak usia 10 bulan telah ditinggal pergi bapaknya, Almarhum Abdul Sayyi, yang meninggal dunia.

Derita lumpuh karena diserang penyakit TBC Tulang itu, harus dirawat sendirian oleh Neneknya, Syafiyeh, yang selalu setia merawat Lusi disetiap waktu. Sedangkan Ibunya, Nur Lilik, tidak bisa merawatnya lantaran telah menikah lagi.

“Semenjak bapaknya meninggal dunia, Lusi yang pada saat itu masih berusia 10 bulan sudah menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Siang dan malamnya, berusaha tidak jauh darinya karena tiada lagi yang bisa merawatnya,” tutur Syafiyeh, Nenek Lusi yang sudah Lansia, selasa (19/09).

Lusi, menderita lumpuh, karena diserang penyakit TBC Tulang yang diduga penyakit tersebut disebabkan oleh pencemaran udara dampak limbah air ikan yang dibuang disembarangan tempat di lingkungan desa setempat. Karena parah, kurang lebih selama 5 bulan lusi tidak bisa masuk sekolah di MTsN setempat.

Lusi, sempat di bawa ke Dokter Budy dan di suntik. Namun sesudah di suntik, sekitar 3 hari dirinya  tidak bisa berjalan hingga dia merasa tarauma untuk di bawa ke rumah sakit kembali takut di suntik lagi.

“Saya pernah membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Dr. Budy, namun kami trauma untuk kembali berobat kesana karena setelah disuntik ternyata tidak bisa jalan. Mau berobat ke Dokter Spesialis, saya tidak mampu biaya toh saya sudah tua dan sendirian untuk cari biaya,” keluh nenek lusi yang sudah renta.

Sebelum Lusi dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr. Budy, Lusi mengalami panas badan, karena Lusi badannya panas, oleh keluarga Lusi langsung saja di rujuk ke RS Dr. Budy, upaya dalam penyembuhan Lusi.

Namun, nasib juga telah mengikuti Lusi, karena, setelah di rujuk ke Dr. Budy, dan di suntik oleh pihak RS Dr. Budy, berselang 3 hari di suntik Lusi langsung mengalami kelumpuhan.

“Saat ini Lusi tak mau berobat kemana-mana dikarenakan Lusi sedang tarauma dengan suntikan dan berbagai macam pengobatan,” jelasnya.

Lusi, merupakan salah seorang dari sekian banyak anak penderita penyakit yang diduga diakibatkan karena virus  limbah air ikan yang bau busuk di sebuah tempat di Kampung Mayang, Desa Brenta Pesisir, Kecamatan Tlanakan Pamekasan.

Hingga saat ini, belum ada penanganan serius dari pihak pemerintah setempat untuk menitralisir lokasi setempat agar bebas dari virus limbah air ikan yang dibuang disembarang tempat tersebut.

LEAVE A REPLY