Bupati Sumenep Buka Pameran Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Profesi Tahun 2018

oleh

Penulis : Doess

Sumenep, SOROTPUBLIK.COM – Perjuangan atau usaha untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur terus digalakkan. Salah satu upaya yang dilakukan saat ini oleh Keluarga Besar Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (KBMGBK) adalah, mengadakan Pameran Pendidikan Tinggi dan Profesi Tingkat SMA/SMK dan yang sederajat.

Acara pameran pendidikan ini secara simbolis dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim. Bertempat di Gedung Adi Podey setempat. Dala sambutannya Bupati menyambut  dengan baik atas dilaksanakannya pameran perguruan tinggi yang dilaksanakan setiap tahun ini. Menurutnya, pameran ini akan memperkaya informasi perguruan tinggi yang ada di tanah air kepada siswa kelas akhir tingkat SMA dan sederajat di kabupaten sumenep.

“Di sumenep, lulusan sekolah menengah atas yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya mencapai 85 persen, itu artinya, masih ada anak-anak yang belum menikmati kemajuan pendidikan sekarang ini,’’ katanya, Senin (29/01/2018).

Menurutnya, pameran ini juga akan memberi kepastian pendanaan pendidikan bagi orang tua. Sebab, pendanaan merupakan hal utama yang dipikirkan para orang tua. Pameran ini juga penting guna memberi informasi tentang legalitas perguruan tinggi di indonesia.

“Saat ini, memilih perguruan tinggi jangan sembarangan, karena akhir-akhir ini banyak perguruan tinggi yang tidak diakui legalitasnya oleh pemerintah, dan jangan sampai kita memilih perguruan tinggi yang keabsahannya diragukan, agar tidak menimbulkan masalah di lain waktu,” katanya menegaskan.

Di era persaingan saat ini, kata Bupati melanjutkan, kesuksesan bukan lagi karena faktor keturunan maupun ekonomi, tapi karena kualitas diri. Apalagi, kualitas sdm bangsa kita masih jauh dibandingkan negara lainnya. Berdasarkan data dari world economic forum, indeks daya saing indonesia tahun 2017 berada di peringkat 36 dari 137 negara.

“Jangan ragu melangkah dalam urusan mencari ilmu, saat ini jangan sampai ada anak-anak lulusan SMA sederajat yang tidak kuliah, faktor ekonomi bukan halangan berkuliah, karena pemerintah maupun perguruan tinggi telah banyak memberikan beasiswa kepada mereka yang berkomitmen untuk kuliah, apalagi dari kalangan masyarakat kurang mampu,” pungkasnya.