Benarkah Jokowi Kehilangan Satu Kekuatan Politiknya?

0
8620

Penulis: Dzulfiqar

Jakarta, SOROTPUBLIK.COM – Mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, Drs. Natalius Pigai, S.I.P menilai, Jokowi telah kehilangan satu basis politiknya untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Pasalnya, lebih dari 90% aktivis kemanusian yang menurut Pigai telah menjadi korban pelanggaran HAM, sudah bisa dipastikan tidak akan mendukung Jokowi pada perhelatan Pilpres mendatang.

“Artinya, satu kekuatan Jokowi hilang. Jokowi tidak punya amunisi lagi untuk melawan Prabowo,” kata Pigai dalam sebuah diskusi bertajuk “2019 Presiden Harapan Rakyat” di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, fakta dimana Jokowi terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2014 silam, tak lepas dari dukungan para aktifis HAM. Kala itu, Jokowi menjanjikan tindakan optimal dalam permasalahan-permasalahan HAM.

Dalam nawacitanya, Jokowi berjanji akan mengentaskan permasalahan HAM yang terjadi pada masa lalu dan memutus mata rantai pelanggaran HAM yang akan datang. Tapi hingga kini, janji tersebut belum terlaksana menurut Pigai.

Lebih jauh Pigai menilai bahwa Jokowi telah membungkam asa dalam memertajam penegakan hukum. Hal ini, tak lepas dari dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh bekas walikota Solo itu.

Diantara yang disoroti Pigai adalah tingginya angka busung lapar serta kematian Ibu dan anak di Papua dimana Jokowi disebut tidak membangun satupun Puskesmas baik di Papua maupun Papua Barat.

“Ada 7 kasus, dari ketujuh kasus itu, ada satu kasus yang sangat serius. Dia (Jokowi) bisa diadili dan dianggap sebagai musuh negara kalau itu dilakukan penyelidikan oleh Komnas HAM,” jelas Pigai sembari menyebut eksekusi mati terhadap 5 terpidana narkoba.

Pigai yang berbicara sebagai narasumber dialog kebangsaan yang diprakarsai oleh Generasi Cinta Negeri (Gentari) itu pun menegaskan, “Di Papua, saya bertanggungjawab mengalahkan Jokowi,”.

LEAVE A REPLY