Badan Eksekutif Mahasiswa UNIRA Ngeluruk Polres Pamekasan

0
12867

Penulis: Nanang

Pamekasan, SOROTPUBLIK.COM – Sejumlah Mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA), Senin Pagi 09 April 2018, ngeluruk Mapolres Pamekasan perihal mangkraknya penanganan kasus pembunuhan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kedatangan aktivis mahasiswa itu, menyoroti lalainya pengungkapan tersangka dalam kasus pembunuhan istri PNS Dishub Pamekasan, Sri Banuwati Ningsih (52), warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan yang tewas digorok bagian lehernya oleh seseorang, pada 29 Januari 2018.

Ayus, Presiden Mahasiswa UNIRA Pamekasan menyampaikan, bahwa dirinya sangat kecewa pada pihak Mapolres Pamekasan lantaran terkesan lalai dalam mengungkap kasus tersebut.

“Masak pihak Polres tidak bisa menetapkan tersangka setelah melakukan pemanggilan 24 saksi. Ini kan lucu jika tidak segera ditindak,” kata Ayus, Senin (09/04/2018).

Dirinya juga menuding, bahwa pihak Polres Pamekasan terkesan tebang pilih dalam menangani kasus pembunuhan yang berada di Kabupaten Pamekasan.

“Jika tersangka kasus pembunuhan di Kecamatan Pasean saja sudah terungkap, mengapa kasus pembunuhan di Kelurahan Lawangan Daya masih belum terungkap. Jika memang pihak Polres Pamekasan sudah tidak mampu tangani kasus, mengapa tidak diserahkan saja ke Polda Jatim, atau ke Polri,” tegasnya.

Sementara itu, Iptu H. Setiono, KBO Reskrim Polres Pamekasan mengatakan, bahwa pihaknya sudah memanggil 24 saksi dalam kasus tersebut.

“Kami sudah memanggil 24 saksi dari kemaren-kemarennya. Karena ini kasusnya berat, jadi harus nunggu proses selanjutnya, tapi dalam minggu-minggu ini akan segera ditindak lanjuti,” kata Setiono.

Usai menyampaikan Aspirasinya dimeja Audensi, para aktivis kemudian membubarkan diri. Kendati demikian,  jika kasus tersebut dalam minggu-minggu ini tidak segera ditangani atau di proses, mahasiswa UNIRA mengancam akan melakukan aksi demonstrasi dan melayangkan surat ke Mapolda Jatim.

LEAVE A REPLY