Jaga Silaturahmi dan Warisan, Pemkab Sumenep Gelar Festival Pencak Silat Tradisional

oleh
Kepala Disparbudpora Sumenep, Sufiyanto, S.E, M.Si, saat menyampaikan laporan pada acara Festival Pencak Silat Tradisional 2018. (Foto: Heri/SorotPublik)

Penulis: Ismi/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Untuk menjaga warisan budaya leluhur, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Festival Pencak Silat Tradisional di Lapangan Kesenian Gotong Royong. Event yang dilaksanakan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) itu, berlangsung selama dua hari, dari tanggal 30 November sampai 01 Desember 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Rasiyadi menyatakan, pencak silat merupakan warisan yang sudah tumbuh dan berkembang pesat di sejumlah negara di dunia dan harus dilestarikan. Sebab pencak silat mengajarkan banyak hal, seperti konsentrasi, konsistensi, keseimbangan, dan kekukatan.

“Tidak hanya sekadar melestarikan budaya semata, tapi kami optimis dengan festival ini juga mampu menekan perilaku negatif di kalangan remaja,” ungkap Edy dalam sambutannya, Jumat malam (30/11/2018).

Sementara itu, Kepala Disparbudpora Sumenep, Sufiyanto menambahkan, adanya ajang Festival Pencak Silat Tradisional tersebut dimaksudkan untuk menjaga silaturahmi antar perguruan di Kabupaten Sumenep. Selain itu, Festival Pencak Silat 2018 juga dilaksanakan untuk menyemarakkan Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan.

“Festival Pencak Silat Tradisional 2018 ini diikuti sebanyak 31 peserta dari perkumpulan pencak silat di Kabupaten Sumenep. 15 peserta dari perkumpulan pencak silat dengan kategori usia 14 tahun hingga 21, dan 16 peserta dari perguruan pencak silat lainnya dengan kategori hingga usia 50 tahun,” jelas Sufi, panggilan akrabnya.

Penampilan ke-31 peserta festival di Lapangan Kesenian Sumenep itu cukup memukau para penonton. Setiap peserta tidak sekadar hanya menampilkn silat, tetapi gerakannya diikuti oleh iringan musik khas pencak silat tradisional.