Bupati Busyro Minta Hal Ini Saat Jokowi Buka FKMA V di Sumenep

oleh
Presiden Jokowi didampingi Bupati Sumenep KH A. Busyro Kat (paling kiri), Gubernur Soekarwo, dan Ketua FSKN meresmikan FKMA V di Sumenep. (Foto Heri/SorotPublik)

Penulis: Heri/Kiki

SUMENEP, SOROTPUBLIK.COM – Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) V se-Asia Tenggara di Sumenep, Madura, Jawa Timur tak disia-siakan Bupati KH A. Busyro Karim.

Salah satu momentum Visit Sumenep 2018 tersebut, dijadikan orang nomor satu di Sumenep itu untuk ‘curhat’ soal pembangunan di bidang akselerasi transportasi kepulauan.

“Ahlan wasahlan, selamat datang Bapak Presiden di Kabupaten Sumenep dengan penduduk 1.100 lebih, memiliki 334 desa dan 126 pulau yang jarak salah satu pulaunya dari Sumenep memakan waktu 15-16 jam,” ucap Bupati mengawali sambutannya, Minggu sore (28/10/2018).

Selanjutnya, Bupati Busyro mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi dalam rangka pembukaan FKMA V tahun 2018 yang digelar di Sumenep. Kedatangan RI 1 untuk yang kedua kali setelah tahun 2017 lalu itu disebut wajar karena jika dibaratkan Jawa dengan Solo-nya, Sumenep merupakan Solo-nya Madura.

“Saya kira memang wajar ketika ada kedekatan emosional antara Solo dan Sumenep, karena ada raja-raja. Bahkan, Sekjen FSKN sekarang ini dari Solo tetapi masih keturunan dari raja keturunan Sumenep,” ungkapnya.

Bupati Busyro menyampaikan bahwa di kunjungan pertama, Presiden Jokowi menjanjikan akselerasi pembangunan Bandara Trunojoyo yang kini sudah dibangun dengan dana Rp 50 miliar lebih dari pemerintah pusat. Tindakan nyata presiden tanpa banyak bicara itu pun kini sudah dirasakan manfaatnya, terutama dalam mendukung program Tahun Kunjungan Wisata Sumenep 2018.

“Memang tidak terlalu banyak bicara presiden kita, tetapi memang langsung dengan tindakan nyata di lapangan. Sehingga ini tentu saja harus diapresiasi oleh kita,” sanjung Bupati Busyro.

Namun, karena Sumenep memiliki 126 pulau, transportasi yang memadai masih menjadi persoalan. Bupati menceritakan upaya Pemkab Sumenep untuk membuka rute penerbangan ke Pulau Sapeken dan Masalembu sudah dilakukan, tetapi terkendala izin yang belum keluar dari Kementerian Perhubungan.

“Terakhir kali rapat di Jakarta 4 bulan lalu, katanya saya tidak perlu balik dan rapat lagi, tetapi ini Bapak Presiden ternyata belum keluar izinnya,” curhat Bupati.

Karena itu, mantan Ketua DPRD Sumenep itu berharap kehadiran Jokowi di Sumenep dan cerita yang disampaikan tersebut, bisa mempercepat proses keluarnya izin terkait dari Menhub. Sehingga, warga kepulauan, terutama yang paling jauh seperti Masalembu, dapat bepergian ke Kota Sumenep dengan mudah dan tak perlu berbulan-bulan menunggu saat musim tak bersahabat.

Usai sambutan Bupati Busyro, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Forum Silaturahim Keraton Nusantara (FSKN) Sultan Sepuh IV Kasultanan Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arif Natadiningrat.

Terakhir, Presiden Jokowi meresmikan FKMA V di Sumenep dengan tabuhan gong, setelah sebelumnya juga menyampaikan sejumlah pesan kebangsaan ketika sambutan. Selain Presiden, hadir dalam Pembukaan FKMA V yang melibatkan para sultan, raja, ratu dan pangeran itu, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jatim Soekarwo, alim ulama dan Forkopimda Sumenep, OPD, Camat hingga Kepala Desa se-Kabupaten Sumenep.